Kamis, 10 April 2014

Make a Wonderful Art

         Menenun dengan alat tenun manual sekarang sudah sangatlah jarang. Tetapi, di Desa Sukoharjo, masih banyak orang yang menenun dengan alat tenun manual. Salah satunya adalah Mbah Harto Siswoyo. Selain profesinya sebagai petani, ia dan istrinya mempunyai pekerjaan sampingan, yaitu membuat kain lurik setiap hari di rumahnya. Ia mulai menenun kurang lebih sejak tahun 1994.
 
 
 
Caranya menenun adalah:
1.Benang dipasang di alat tenun secara membujur dengan urutan warna sesuai corak yang diinginkan.
2.Memasukkan benang secara melintang secara bergantian sesuai corak yang telah ditentukan sehingga membentuk anyaman.
3.Proses itu dilakukan secara berulang dengan memasukkan benang secara melintang secara bergantian dari kiri ke kanan dengan warna benang sesuai coraknya.
4.Setelah terbentuk anyaman berupa kain beberapa meter, kain hasil anyaman itu lalu dipotong kemudian dilipat dan siap untuk dijual ke pasar.
 
Yang dapat saya pelajari dari Mbah Harto Siswoyo adalah ketekunannya dalam membuat kain lurik dengan alat tenun tradisional. 

JURNALISTIK GIBRAN

Pak Mulyadi
" Tukang Tambal Ban "
 Karya : Gibran Rakhe Syailendra


Pak Mulyadi adalah tukang tambal ban yang tinggal di Utara jembatan Macanan, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Beliau adalah orang yang bekerja keras demi kehidupan keluarganya. Beliau bekerja menjadi tukang tambal ban sejak anak pertamanya yang lahir pada tahun 1974. Beliau hanya bekerja sendiri, karena beliau tidak memiliki ketrampilan lain dan sulit mencari pekerjaan yang lain. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya saja.

Yang saya pelajari dari memotret Bapak ini adalah rajin bekerja keras tanpa kenal lelah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya saja.